Bahaya Menolak Hukum Alloh

Sebagai dienun syaamilun-kaamilun-mutakaamil (agama yang komprehensif, sempurna dan saling menyempurnakan), ajaran Islam mesti diterima secara totalitas. Demikianlah Allah سبحانه و تعالى memerintahkan orang beriman di dalam Al-Qur’an. Apabila seorang yang mengaku muslim tidak mau menerima ajaran Islam secara kaaffah (keseluruhan) berarti ia mengikuti langkah-langkah syetan. Syetan berkehendak agar seorang muslim menerima sebagian ajaran Islam dan menolak sebagian lainnya. Continue reading

Advertisements

Membuktikan Diri Muslim di Hadapan Alloh

Seorang muslim perlu selalu melakukan muhasabah (introspeksi). Terutama ia harus periksa adakah dirinya telah memenuhi kriteria seorang beriman sejati? Dan untuk itu ia mesti membuktikan bahwa dirinya merupakan seorang muslim di hadapan Allah سبحانه و تعالى . Bukan di hadapan manusia lainnya. Muslim-mukmin sejati pasti mengharapkan pengakuan dari Allah سبحانه و تعالى bukan dari sesama manusia, bahkan bukan pengakuan dari dirinya sendiri.

Di dalam bukunya, Anshari Ismail menulis sebagai berikut:

“Yang perlu kita lakukan hanyalah membuktikan diri bahwa kita ini seorang muslim. Muslim yang dikehendaki oleh Allah سبحانه و تعالى , bukan muslim yang kita kira sendiri. Karena kita adalah hamba Allah سبحانه و تعالى bukan hamba diri sendiri. Karena kita mengharap ridha Allah سبحانه و تعالى bukan ridha diri sendiri. Oleh karena itu, untuk membuktikan bahwa kita seorang muslim, maka kita harus ber-Islam dengan caranya Allah سبحانه و تعالى bukan dengan cara kita sendiri. Tetapi bagaimana ber-Islam dengan cara Allah سبحانه و تعالى ?” (“Jalan Islam-Transformasi Akidah dalam Kehidupan” – Anshari Ismail; An-Nur Books Publishing 2008, hlm. 7)Image

Continue reading

Da’wah Penghambaan Kepada Allah Semata Dan Menjauhi Semua Thaghut

Dalam salah satu tulisannya, Sayyid Qutb rahimahullah menulis sebagai berikut:

“Da’wah Islam yang dilakukan Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم hanyalah merupakan mata rantai terakhir dari serentetan da’wah, yang panjang, yang menyeru kepada Islam, yang dilakukan oleh serombongan para Rasul yang mulia ‘alaihimus-salaam. Sepanjang sejarah manusia, tujuan da’wah itu hanya satu saja. Yaitu: mengenalkan manusia kepada Ilah mereka yang satu, Ilah mereka yang sesungguhnya, menegaskan bahwa mereka adalah hamba Ilah mereka yang satu, dan menghilangkan ke-ilah-an makhluk. Continue reading

Sayyid Quthb dan Perjuangan Idzharul Islam

Berikut adalah beberapa nukilan buah pemikiran Sayyid Quthb, ideolog pergerakan Ikhwanul Muslimin yang mana prinsip perjuangan yang beliau pancang seakan dilupakan dan ditepikan oleh mereka yang mengaku meneruskan perjuangan idzharul (menegakkan :red) Islam. Semoga bisa menjadi refleksi dan bahan perenungan..

Continue reading

Ketika Hasan Al Banna Menolak Sistem Parlementer

Selepas Perang Dunia I, paham berhaluan Barat melakukan penetrasi cukup hebat di Mesir. Kebangkitan nasionalisme di Dunia Islam mencapai puncaknya dengan penggulingan sistem Khilafah Islam Utsmaniyah di Turki oleh Kamal Attaturk.

Fenomena ini berlangsung ketika Hasan Al Banna tengah belajar di Darul Ulum. Di dalam catatannya, ia mengekspresikan kebimbangannya, Continue reading

Ketika Hasan Al Banna Menolak Sistem Parlementer

Selepas Perang Dunia I, paham berhaluan Barat melakukan penetrasi cukup hebat di Mesir. Kebangkitan nasionalisme di Dunia Islam mencapai puncaknya dengan penggulingan sistem Khilafah Islam Utsmaniyah di Turki oleh Kamal Attaturk.

Fenomena ini berlangsung ketika Hasan Al Banna tengah belajar di Darul Ulum. Di dalam catatannya, ia mengekspresikan kebimbangannya, Continue reading

Pancasila, Zionisme, dan Talmud Yahudi – Suatu Benang Merah

FENOMENA munculnya komunitas Yahudi secara terbuka di Indonesia menarik dicermati, setidaknya karena dua alasan. Pertama, selain belum memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia, secara konstitusional Indonesia belum mengakui eksistensi negara Israel yang masih menjajah negara Palestina.

Kedua, merebaknya isu Negara Islam Indonesia (NII) KW 9, yang diklaim sebagai akibat ditinggalkannya ideologi Pancasila, yang ditengarai sejumlah pihak telah mengalami keropos dan ditinggalkan rakyat.

Kenyataan ini mendorong munculnya wacana 4 pilar kebangsaan. Yaitu NKRI, UUD 1945, Pancasila, dan Bhineka Tunggal Ika. Lalu, apa relevansinya mengaitkan kitab suci Yahudi, NII dan semangat kembali ke Pancasila? Tulisan berikut ini akan mengurai, adakah benang merah Pancasila dan Zionisme dalam Talmud Yahudi. Continue reading