Sayyid Quthb dan Perjuangan Idzharul Islam

Berikut adalah beberapa nukilan buah pemikiran Sayyid Quthb, ideolog pergerakan Ikhwanul Muslimin yang mana prinsip perjuangan yang beliau pancang seakan dilupakan dan ditepikan oleh mereka yang mengaku meneruskan perjuangan idzharul (menegakkan :red) Islam. Semoga bisa menjadi refleksi dan bahan perenungan..

Islam adalah aqidah hati nurani, tempat bersumbernya tingkah laku dalam masyarakat, dan menjadi dasar sistem kehidupan. Ia suatu sistem yang sempurna yang mencakup kegiatan orang-seorang dalam kehidupan keluarganya, dalam kehidupan kemasyarakatannya dan kehidupan internasionalnya. (Dirasah Islamiyah; bab Bagaimana Kita Menyeru Manusia Kepada Islam)

Islam adalah aqidah revolusioner yang aktif. Artinya kalau ia menyentuh hati manusia dengan cara yang benar, maka dalam hati itu akan terjadi suatu revolusi: revolusi dalam konsepsi, revolusi dalam perasaan, revolusi dalam cara menjalani kehidupan, dan hubungan individu dan kelompok. Revolusi yang berdasarkan persamaan mutlak antara seluruh umat manusia. Seorang tidak lebih baik dari yang lainnya selain dengan taqwa. (Dirasah Islamiyah; bab Islam Berjuang)

Islam adalah suatu sistem kemasyarakatan yang lengkap, yang unsur-unsurnya saling berkaitan dan saling mendukung. Sistem ini berbeda wataknya, gagasannya tentang kehidupan dan cara-cara pelaksanaannya dari sistem-sistem Barat, dan dari sistem yang kita pakai sekarang ini. Perbedaan ini adalah perbedaan pokok dan menyeluruh. (Dirasah Islamiyah; bab Ambil Islam Seluruhnya Atau Tinggalkan Sama Sekali)

Islam adalah aturan hidup yang sempurna. Islam itu tidak tegak kecuali dengan tarbiyah dan pembentukan individu. Kecuali dengan menegakkan syariat Allah di dalam kehidupan manusia setelah mereka di-tarbiyah secara Islami. Islam itu bukan sekedar pemikiran yang disebarluaskan tanpa dilaksanakan dalam realita nyata, yang pertama pada tarbiyah dan yang terakhir pada sistem kehidupan dan negara. (Mengapa Aku Dihukum Mati, hlm. 131)

Negara Islam tidak akan pernah berdiri di negara manapun dengan demokrasi. Negara Islam tidak akan pernah terwujud kecuali dengan manhaj yang panjang dan perlahan. Manhaj yang menjadikan pondasi sebagai wilayah kerjanya, bukan atap. Dimulai dari penanaman kembali aqidah dan pendidikan moral (akhlak) secara Islami. Ketahuilah, jalan ini memang panjang dan perlahan, namun ia merupakan jalan tercepat sekaligus tersingkat. (Mengapa Aku Dihukum Mati, hlm. 95)

Seorang muslim yang telah merasakan jiwa Islam dengan hatinya, tidak mungkin akan memberikan pertolongan kepada pihak penjajah, atau memberikan bantuan kepada mereka, atau berdamai dengan mereka sehari pun, atau berhenti berjuang melawan mereka, baik secara sembunyi-sembunyi atau secara terang-terangan. (Dirasah Islamiyah; bab Islam Berjuang)

Kita tidak mungkin menyeru manusia kepada sesuatu kalau kehidupan pribadi kita tidak merupakan terjemahan hidup darinya. Da’wah tidak akan ada nilainya, jika para da’inya sendiri tidak menjadi bukti yang mendukung da’wah itu. (Dirasah Islamiyah; bab Bagaimana Kita Menyeru Manusia Kepada Islam)

Islam adalah aturan hidup yang sempurna. Islam itu tidak tegak kecuali dengan tarbiyah dan pembentukan individu. Kecuali dengan menegakkan syariat Allah di dalam kehidupan manusia setelah mereka di-tarbiyah secara Islami. Islam itu bukan sekedar pemikiran yang disebarluaskan tanpa dilaksanakan dalam realita nyata, yang pertama pada tarbiyah dan yang terakhir pada sistem kehidupan dan negara. (Mengapa Aku Dihukum Mati, hlm. 131)

One thought on “Sayyid Quthb dan Perjuangan Idzharul Islam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s