Otak dan Misi Besar Manusia

Otak. Organ yang tak hanya dimiliki manusia. CiptaanNYA yang dikategorikan ‘hewan’ pun memilikinya. Lalu apa bedanya otak seorang manusia dengan seekor hewan?

Saya rasa jawaban dan pembahasan dari sisi anatomi & fisiologi tidak perlu dibeberkan disini. Karena saya yakin jawaban pembaca jauh lebih berkualitas dari jawaban anak2 selevel SD, setuju?

Otak Manusia

Manusia itu makhluk super. kata om MT malah ‘syuperr sekaliii!’… kalo kataNYA,manusia adalah makhlukNYA yang paling sempurna. Artinya ada sesuatu yang so special (lebih dari sekedar alasan anatomi & fisiologi) yang membedakannya dengan otak hewan.

Oke, kita coba bahas dari dimensi lain: tugas yang diemban si otak manusia.

Agar bisa disebut ‘manusia’ dia harus mempergunakan otak layaknya manusia. Maksudnya?

Begini, kita ambil saja dari prinsip piramida energi/makanan. Manusia diposisikan sebagai konsumen tersier alias konsumen tingkat tinggi dari rantai makanan di dunia. Artinya, aliran energi yang berlangsung dari matahari ke tumbuhan dan ke hewan pada akhirnya akan bermuara kepada manusia. Manusia memegang peranan utama mengingat seluruh energi yang disediakan alam ini sebenarnya didedikasikan untuk kepentingan manusia. Apapun tindakan/aktivitas yang dilakukan manusia pasti mempengaruhi keberjalanan alam ini. Artinya otak manusia memegang peranan penting dalam mengelola dan membuat ‘kebijakan’ bagi keberlangsungan alam ini. Manusia tidak diciptakan untuk bertindak layaknya hewan yang otaknya hanya disetir ‘basic instinc’ sehingga sang otak digunakan hanya demi pemenuhan kebutuhan yang sifatnya basic needs (makan, tumbuh, bereproduksi, dll). Lebih dari itu, manusia dikaruniai penglihatan-pendengaran-nurani (bashar-sama’-fu’ad) untuk membimbing sang otak dalam menjalani misi besar yang dititipkanNYA: mengelola bumi.

Piramida energi

Singkat kata, kapasitas otak dan fisik manusia diciptakanNYA bukan untuk mengerjakan sesuatu yg berhenti ditataran nafsu dunia. Ada tugas teramat besar & mulia yang kudu diinisiasi oleh 80-120 milyar sel neuron tsb, dikoordinasikannya bersama seluruh indera & seluruh anggota tubuh selama di dunia untuk tataran akhirat, yaitu tugas untuk mengelola bumi dan seisinya. Tugas inilah yang (bila dilaksanakan) menjadikan dia sebagai manusia seutuhnya dan tugas yang (apabila tidak dilaksanakan) mampu menyungkurkan dia hingga jatuh ke derajat hewan.

Dan sebagai penutup :

Dan Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. (QS 2:30)

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (QS 7:179)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s